Qoryah Fir'aun, Menghidupkan Aura Kehidupan Mesir Zaman Dahulu

City Tour adalah salah satu cara melepas penat dari banyaknya “ujian”, dari ujian azhar, sampai ujian kehidupan. Pada akhirnya tepat pada tanggal 5 Maret 2016,  bagian minat bakat IKPMA Mesir mengadakan City Tour ke kampung Fir`aun atau The Pharaonic Village, yang terletak di Giza. Tour yang diikuti oleh 36 peserta ini kurang lebih menempuh hanya 1 jam perjalanan dari Hay ‘Asyir (Gami’) menuju ke tempat tujuan .
            Setibanya di tugu Kampung Fir`aun atau The Pharaonic Village, kami langsung mengantri menaiki perahu yang akan membawa kami untuk menjelajahi dan tapak tilas kehidupan zaman Fir’aun di kampung fir`aun tersebut, tapi karena banyaknya pengunjung terlebih warga lokal (mesir) jadi kami harus menunggu sekitar 30 menit lamanya agar bisa menjelahi kampung fir`aun dengan pemaparan via recording berbahasa inggris sebagai pemandu kami selama di atas perahu. Awal penjelajahan kami disuguhkan dengan berbagai macam patung-patung bersejarah yang membuktikan adanya perkembangan peradaban di Mesir. Seperti adanya patung-patung yang menjadi Tuhan masyarakat Mesir pada saat itu diantaranya Tuhan Isis; Tuhan Osiris; dan Tuhan Horus, serta patung-patung lainnya seperti patung Ramsis III. Setelah itu kami melihat seperti sebuah mini operet  di tepi sungai dengan mempraktekan kehidupan masyarakat Mesir pada zaman dahulu kala. Salah satu diantaranya kami disuguhkan dengan operet ketika masyarakat Mesir saat itu mengawetkan Mummi atau dalam istilah bahasa Inggris dikenal Mummificating.
            Sampailah kami di The Pharaonic Village dan kamipun di sambut oleh pemandu cantik bernama Sarah dengan memberikan kami nomor kelompok 45 sebagai penanda bahwa kami satu grup untuk menelusuri kampung bersejarah itu, di sanalah kami banyak melihat replika-replika bersejarah, salah satunya adalah replika mumi yang merupakan duplikat dari replika yang ada di luxor. Selain itu kami juga mengunjungi museum-museum berharga di kampung  fir`aun seperti museum pendiri kampung fir`aun atau The Pharaonic Village yaitu Dr Ragab Papyrus Academy, dan meseum mantan presiden Mesir  yaitu Anwar Sadat yang makam beliau aslinya terletak di daerah Hay Sadis dan diatas makam beliau di bangun sebuah tugu yang menyerupai bentuk pyramid.
            ±3 jam sudah kami mengelilingi tempat bersejarah itu, pada akhirnya kami memutuskan untuk mengisi bahan bakar manusia karena tubuh mulai lunglai. Dan kami pun makan dengan di temani ikan goreng  bersama acar kuning dan tidak lupa penambah nafsu  makan kami yaitu sambal merah dan sambal hijau.


            Setelah tubuh bertenaga dan panggilan Allah pun telah kami tunaikan maka kami pun bergegas untuk melanjutkan City Tour kami selanjutnya menuju sungai Nil untuk menikmati alam Allah yang sangat  indah. Kurang lebih selama 40 menit kami berada di atas sungai terpanjang di dunia sambil menunggu sunset (matahari terbenam). Selepas itu saatnya kami bergegas kembali ke habitat masing-masing untuk melanjutkan aktivitas kami selanjutnya. Salam IKPMA J!!

            Semoga City Tour kali ini bisa menambah wawasan kita dan bisa sedikit melepas penat hari-hari yang telah terlewati. Sampai berjumpa lagi bersama IKPMA Mesir. [red:faizah]

Monday, 7 March 2016

ReWrite: Bedah Juklak dan Pelatihan Membuat Makalah



 “Bedah Juklak dan Pelatihan Membuat Makalah”

            Mayoritas universitas di negara selain Indonesia pada kenyataannya tidak mewajibkan membuat skripsi sebagai syarat kelulusan mahasiswa-mahasiswi S1. Tetapi, mereka hanya diwajibkan untuk membuat paper atau yang disebut dengan makalah. Begitupula dengan Negara Mesir, termasuk Universitas al-Azhar yang merupakan tempat mayoritas mahasiswa asal Indonesia menuntut ilmu, universitas ini hanya mewajibkan membuat paper atau makalah saja. Sehingga mahasiswa lulusan Universitas al-Azhar tidak semuanya mempunyai keterampilan menulis (dalam artian kurang pandai menulis). Terutama ketika mereka kembali ke negeri Indonesia untuk melanjutkan pendidikan formal mereka. Oleh karena itu, diadakanlah kegiatan Bedah Juklak dan Pelatihan Membuat Makalah dengan mengacu kembali terhadap fenomena yang telah kami paparkan.
            Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu (20/2) lalu, yang bertepatan dengan tanggal 11 Jumadi al-Ula 1437 H. Acara ini dimulai pada pukul 02:45 LCT hingga pukul 06:30 LCT di Gedung Aula Serba Guna  IKPMA-Mesir dengan pemateri ustadz Ziaul Haq Yusri dan ustadz Fitrian Nabil, Lc.
A.    Pelatihan Membuat Makalah
Seperti yang telah diketahui pemateri pada pelatihan ini yaitu ustadz Fitrian Nabil, Lc. Dalam penyampaian materinya beliau menuturkan, bahwa ada 4 unsur kajian utama dalam pembuatan makalah, yaitu:
1.      Muqaddimah
2.      Ulasan tema
3.      Kesimpulan
4.      Penutup
Atau dapat menjadi 3 unsur, yaitu:
1.      Muqaddimah
2.      Ulasan Tema
3.      Penutup (kesimpulan)
Berikut pemaparan cara pembuatan makalah secara jelas dan rinci, yaitu:
1.      Tema
Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan.1 Lalu, apa perbedaan antara tema dengan judul? Perbedaannya ialah tema lebih luas ruang lingkupnya dari judul. Sedangkan judul yang dikehendaki disini adalah nama makalah atau bab dalam makalah yang dapat menyiratkan secara pendek isi atau maksud makalah dalam bab itu.

2.      Muqaddimah
Muqaddimah diawali dengan tahmid dan shalawat. Kemudian dilanjutkan dengan sebuah kalam yang berisi tentang alasan kita membuat bahs atau makalah ini (latar belakang). Fungsi muqaddimah adalah untuk dapat mengantarkan pembaca kepada isi makalah tersebut.
3.      Ulasan Tema
Ulasan tema idealnya berisi ta’rif atau pengertian tentang pokok bahasan, masy’uriyyah atau landasan syari’atnya (AlQur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas) dan qoul ikhtilaf para Ulama beserta tarjih nya (bila ada).
4.      Kesimpulan
Kesimpulan ini berisi natijah atau hasil dari ulasan tema. Didalam kesimpulan ini, digambarkan kecondongan penulis kepada suatu mazhab beserta dalilnya, dan bila tidak ada, maka ia dapat tawaquf.
5.      Penutup
Penutup ini berisi ucapan terimakasih.

Setelah penutup, dilanjutkan dengan:
-Daftar Pustaka
Daftar pustaka atau yang biasa disebut dengan referensi harus berisi minimal 5 buku referensi selain Al-Qur’an dan Al-Hadis. Disarankan untuk mengambil referensi dari kitab-kitab turats terdahulu (mashâdir). Namun, bila masalah yang dibahas merupakan masalah kontemporer, maka boleh mengambil referensi kitab turats saat ini atau turats kontemporer (marâji’) dan didalamnya usahakan mencakup isi permasalahan.
Perlu diingat, di dalam sebuah makalah, kita boleh menyalin teks kitab atau buku dengan catatan menyertakan footnote darimana asal kutipannya. Tetapi, apabila mengolah teks dari kesimpulan yang kita fahami dari teks tersebut, maka cukup dengan menyebut pemilik teks.
“Lalu, bagaimana dengan abstrak?” Tanya salah satu peserta. “Adapun Abstrak masuk kepada Bab muqaddimah. Juga perlu diingat lagi, bahwa di dalam muqaddimah, dimaksudkan agar pembaca tertarik sekaligus penasaran terhadap isi makalah kita” jawab ustadz Fitriana Nabil, Lc.
“Antara isi dan judul makalah itu harus sesuai. Begitupula harus sesuai dengan koridor tema. Perlu ditambahkan, ta’rif baiknya tidak lebih banyak dari ulasan tema, karena hal ini telah keluar dari sistematika penulisan makalah. Juga di dalam pembuatan makalah, kita perlu untuk mengerucutkan sebuah permasalahan.” Jawab ustadz Fitrian nabil terhadap pertanyaan salah satu peserta.
“Ustadz, bolehkah kita mengambil marâji’ atau referensi dari kitab-kitab far’iyyah, seperti kitab Bulugu al-Marâm dari kitab ushuliyah Sahîh al-Bukhâri dan Muslim atau muqoror (diktat kuliah)?” Tanya salah satu peserta.
“Ananda, didalam penulisan makalah, maka lebih afdhol kita tidak mengambi referensi dari kitab far’iyyah. Tetapi, ambillah dari kitab aslinya. Oleh karena itu,  muqoror adalah maroji’ bukan lah sebuah mashâdir, karena ia berasal dari kitab-kitab turats.” Jawab ustadz Fitrian Nabil, Lc.
“Lalu, Bagaimana cara kita menulis kutipan kata? Ada dua hal cara menulis kutipan kata,
1.      Teks book
2.      Rangkuman kita yang bersumber dari buku-buku yang kita baca. Seperti yang pernah dilakukan oleh As-Su’lafi tentang lughah: “…., seperti itulah yang dikatakan guru saya A dan B”.” tambah ustadz Ziaul Haq

“Ayo, kita membuat makalah! Wa lâ tay-as! Menulis itu bagaikan sebuah nafas. Menghirup lalu mengeluarkan. Sebagaimana membaca lalu menulis. Meskipun dalam penulisan makalah tersebut, masih ada yang salah. Tetapi, kita sudah berusaha melangkahkan kaki  kita kepada sebuah kemajuan, yaitu membuat makalah.” tutup ustadz Fitriana Nabil, Lc dengan menyemangati para peserta pelatihan ini.

B.     Bedah Juklak

Setiap komunitas memiliki ciri Juklak masing-masing. Sedangkan arti Juklak sendiri merupakan petunjuk pelaksanaan. Maka, ciri Juklak IKPMA-Mesir telah tertuang dalam buku Pedoman Penulisan IKMPA Mesir yang telah diterbitkan oleh Dept. Intelektual IKPMA-Mesir Periode 2013-2014.
Kegiatan Bedah Juklak ini dimulai pada pukul 4:20 clt dengan pemateri Ustadz Ziaul Haq. Kegiatan ini hanya membahas Cetak Biru kajian IKPMA Mesir Periode 2013-2014 dari halaman 5-7.
Kegiatan ini menghasilkan usulan perubahan dari Cetak Biru kajian IKPMA Mesir Periode 2013-2014 sesuai dengan aspirasi dari beberapa peserta, yang akan diuji-coba pada kegiatan kajian pertama nanti.

Cetak Biru Kajian IKPMA Mesir Periode 2013-2014
            Mekanisme penulisan makalah
1.      Judul tulisan menggunakan font Book Antiqua dengan ukuran 14 dan Bold.
2.      Badan tulisan menggunakan font Book Antiqua dengan 12 dan spasi satu (1.0).
3.      Jumlah makalah minimal 5 halaman dengan mengunakan kertas ukuran A-4.
4.      Makalah ditulis dengan referensi minimal 5 buku literatur pokok/pelengkap selain Al-Qur’an dan Al-Hadis.
5.      Penulisan foot-note menggunakan font Bont Antiqua dengan ukuran 10.
6.      Nama penulis ditulis dibawah judul makalah dengan font Trebuchet MS ukuran 10.
7.      Makalah ditulis dengan ketentuan:
-          Margin kiri dan kanan : 2.5 cm.
-          Margin atas dan bawah:    2 cm.
8.      Penulisan Alquran dan hadis disertai dengan harakat.
9.      Pada halaman akhir diberi kop.
Kajian  Fikih 4 Madzhab
Departemen Intelektual IKPMA
Sabtu, 12 Maret 2016
Kajian  Pemikiran
Departemen Intelektual IKPMA
Sabtu, 12 Maret 2016
Kajian  Reguler
Departemen Intelektual IKPMA
Sabtu, 12 Maret 2016

Catatan:
-          Kop bagian atas ditulis berdasarkan nama jenis kajian. Seperti: Kajian Fikih 4 madzhab, kajian Pemikiran, Diskusi panel dan lain sebagainya.
-          Kop ditulis di bagian kanan akhir tulisan.
-          Menggunakan font Book Antiqua dengan ukuran 12.
-          Hari dan tanggal mengunakan kalender masehi dan digarisbawahi.
10.   Makalah diserahkan dua hari sebelum hari “H”
11.   Adapun sistematika penulisan makalah minimal berisikan hal-hal sebagai berikut:
11.1         Prolog;
11.2         Umum, latar belakang, urgensi kajian;
11.3         Ulasan tema yang diangkat dan analisa kritis, yang berisikan pandangan penulis tentang tema yang diangkat, baik berupa ulasan, kritik, maupun berupa pengembangannya;
11.4         Epilog yang secara ideal berisikan kesimpulan dari pandangan penulis.
Sistem Diskusi
Secara umum, sistem diskusi yang berlaku di kajian IKPMA Mesir dibagi menjadi tiga:
1.      Proses  mentah. Dalam hal ini adalah presentasi perdana yang dilakukan oleh presentator. Dalam proses mentah, kajian dibagi menjadi 4sesi, yaitu:
a.       Sesi presentasi oleh pemakalah.
b.      Kritik redaksi & isi oleh setiap anggota kajian.
c.       Sesi pertanyaan oleh anggota kajian.
d.      Sesi bebas. Dalam hal ini, setiap anggota berhak  untuk melontarkan atau memberikan solusi alternative terhadap berbagai persoalan yang dilontarkan oleh anggota lainnya dengan tema sentral.
                              Pada pembahasan proses mentah ini, terdapat beberapa usulan dari para peserta. Yaitu,
1.      Pendapat pertama mengatakan bahwa setiap peserta kajian diwajibkan melontarkan kritik redaksi dan isi beserta sesi pertanyaan dengan waktu maksimal perorang 5 menit. Kritik isi artinya kritik terhadap kurang tepatnya sang penulis terhadap penukilan suatu kitab.
Monday, 29 February 2016

Bedah Juklak dan Pelatihan Membuat Makalah


Bedah Juklak & Pelatihan Membuat Makalah

Sabtu (20/02)  IKPMA-Mesir melalui dept. Keilmuan berhasil mengadakan acara "Bedah Juklak & Pelatihan Membuat Makalah". Disamping merupakan salah satu program kerja dept. Keilmuan tahun ini, kegiatan ini pula diadakan guna melatih serta membiasakan seluruh anggota IKPMA-Mesir agar mahir bermuamalah dengan makalah.
Acara dimulai pada pukul 14:00  Clt. dimoderatori langsung oleh Asroruddin. Acara kali ini bisa dibilang menarik, Karena sang moderator mampu mendorong peserta untuk aktif dengan menghadirkan dua pemateri handal Ziaulhaq Yusri dan Fitrian Nabil, Lc kian menambah antusias peserta dalam mengikuti kegiatan kali ini.
Pada kali ini terdapat pertanyaan yang unik dari peserta. “saya pengen menulis, tetapi saya bingung mau menulis apa?”.
Sunday, 21 February 2016

Sehat Jasmani dan Rohani? Siapa Takut...!

Sore kemarin, tepatnya pada Selasa (9/02), Departemen Minat dan Bakat IKPMA Mesir mengadakan kegiatan “OLGAMA” (olahraga bersama) yang bertempat di lapangan sallab Zahro. Meskipun cuaca yang tidak stabil, akan tetapi para peserta tetap bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan OLGAMA merupakan kegiatan rutin IKPMA Mesir yang biasa dilakukan di setiap tahunnya. Dan pada OLGAMA kali ini, dipenuhi dengan berbagai macam perlombaan  yang mempunyai nilai kesehatan; seperti volly, dan permainan yang bernilai untuk mengasah otak seperti permainan tebak kata, yang tujuannya menguji kegesitan otak para peserta dalam berpikir dan menebak kata tanpa ada bantuan atau clue dari siapapun dan banyak lagi permainan yang tidak kalah seru lainnya seperti volley sarung, kelereng, balon, juga permainan skipping yang mana dalam setiap permainan ini dimainkan oleh perwakilan dari masing-masing kelompok yang telah dibagi terlebih dahulu kedalam 6 kelompok. Adapun tujuan dari pembagian kelompok secara acak ini ialah untuk menimbulkan rasa solidaritas antar anggota IKPMA Mesir juga menciptakan kekompakan antar sesama kelompok. Selain itu, tim minat bakat pun telah menyediakan hadiah untuk para pemenang dari setiap perlombaan, diantaranya  lomba balap kelereng yang dimenangkan oleh Misbahuz zaman dari Kel.3; lomba balap balon putra yang dimenangkan oleh irfan faqih dan badri dari Kel.1; sedangkan dari putri yaitu  Rafika dan Lulu dari Kel.2; lomba tebak kata yang dimenangkan oleh Abdul Hafiz dan Jayadi dari Kel.6; serta lomba volly karung (khusus putri) yang dimenangkan oleh kelompok yang terdiri dari Tiara, Nana, Syifa fauziyah dan Akfini.           




Setelah semua perlombaan selesai, acara dilanjutkan dengan diskusi hangat anggota IKPMA Mesir dan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Semoga dengan berjalannya kegiatan olgama ini tidak hanya menjadikan tubuh kita selalu sehat dengan banyaknya aktifitas-aktifitas pergerakan tubuh dan menjadikan otot-otot kuat dan bertenaga, akan tetapi juga semakin mempererat tali persaudaraan antar anggota IKPMA Mesir dan  menjadikan setiap kegiatan yang diikuti bersama menjadi sesuatu yang sangat berkesan, aamiin. [red:nana]





Wednesday, 10 February 2016

Pelatihan blog IKPMA Mesir

Jumat sore (5/02) kemarin, dewan pengurus dept. Infotek IKPMA Mesir berhasil mengadakan pelatihan blog.
Pelatihan ini bertujuan untuk melatih serta melahirkan tunas-tunas baru dari para generasi IKPMA Mesir yang telah dibentuk menjadi sebuah "tim blogger" untuk bisa mengolah dan meramaikan dunia blogger khususnya untuk menghidupkan kembali blog IKPMA Mesir agar semua orang di seluruh penjuru dunia bisa mengetahui dan mengenal lebih dalam tentang IKPMA Mesir.
Pelatihan yang dimulai sekitar pukul 5 sore ini dimentori oleh master blog IKPMA Mesir yaitu ust. Ziaulhaq Yusri, sebelum pelatihan dimulai beliau memaparkan terlebih dahulu tentang pentingnya peran blog dalam suatu organisasi. Juga pentingnya media sosial dalam membangun semangat para peserta khususnya untuk turut berpartisipasi dalam mengembangkan IKPMA Mesir di bidang teknologi dan informasi.
Meskipun peserta yang hadir tidak terlalu banyak, pelatihan ini berjalan dengan asyik dan penuh semangat, selain mentor yang menjelaskan dengan sangat baik, rasa ingin tahu yang tinggi dari peserta menimbulkan banyak pertanyaan yang harus di jawab oleh mentor, pelatihan ini pun diwarnai dengan canda tawa dan beberapa sikap alay dari peserta, karena di tengah-tengah pelatihan mentor menyinggung sedikit beberapa blog yang terlihat  alay, seperti munculnya salju di kursor dan tampilan blog yang dipenuhi dengan gambar-gambar yang dianggap keren oleh para alayers.
Sebelum pelatihan di tutup sang mentor mencoba meminta pendapat para peserta tentang manfaat blog bagi diri pribadi dan orang lain. Dan ternyata banyak sekali manfaat blog yang dapat kita rasakan diantaranya :
1. Wadah peningkatan keahlian dalam bidang jurnalistik (jurnalistik by self)
2. Melatih ketrampilan dalam mendesain blog
3. Wadah untuk bersodaqoh jariyah
4. Melatih untuk aktif beropini dengan etika komunikasi yang baik
5. Ajang unjuk kepribadian kepada khalayak (brand identity)
6. Menambah jaringan/link dan menambah teman
7. Menambah wawasan dan bertukar pikiran, dan
8. Sebagai salah satu wadah penambah penghasilan

Semoga dengan diadakannya pelatihan blog ini bisa menjadi nilai positif untuk kemajuan ikpma mesir, dan para peserta yang sudah belajar bisa menjadi virus yang menyebarkan ilmu yang mereka punya kepada orang lain.

Kunjungi terus blog kami yah !!!

Sunday, 7 February 2016

Silaturahmi H. Nur Anwar Amin, MA ke IKPMA

Senin malam td (1/02) IKPMA Mesir kembali dikelilingi keberkahan. Bagaimana tidak? Dikunjungi oleh guru tercinta sekaligus diberikan kembali suntikan motivasi adalah hal yang saat ini memang benar-benar sedang dibutuhkan oleh teman-teman IKPMA mengingat penatnya sisa-sisa ujian termin 1 kemarin. Dan alhamdulillah, pada kesempatan semalam IKPMA Mesir mendapat kunjungan dan silaturahmi dari Ustadz H. Nur Anwar Amin, MA beserta keluarga yang baru saja melaksanakan ibadah Umroh di Tanah Suci, Makkah. Merupakan suatu keberkahan yang berlipat ganda pula karna ini bukan hanya kunjungan beliau yang pertama ke Sekretariat IKPMA Mesir, akan tetapi sudah kesekian kalinya dan Alhamdulillah.. silaturahmi ini pun menjadi sebuah kebahagiaan yang bertambah bagi teman-teman IKPMA Mesir dan juga bagi beliau sendiri karna pada kali ini beliau dapat berkunjung beserta keluarga lengkapnya.

Sebelum Guru (sebutan akrab Ust. Nur Anwar dari pelajar IKPMA Mesir) datang ke Sekretariat IKPMA dan menyampaikan sambutan serta motivasi beliau, seperti biasa acara yang dihadiri oleh rekan-rekan IKPMA Mesir dan juga para senior yang kebanyakan sedang melanjutkan S2 dan S3 nya pun dimulai terlebih dahulu dengan pembacaan Surah Yaasin dan Ratibul Haddad yang dipimpin oleh anggota IKPMA Mesir akhina fillah Syukron Damin pukul 7.15 malam(Waktu Kairo). Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan maulid Nabi Muhammad Saw. oleh tim hadroh IKPMA Mesir. Tepat pukul 8.30 WK ayahanda Guru H. Nur Anwar Amin, MA beserta keluarga tiba di Sekretariat IKPMA Mesir. Sebelum beliau menyampaikan sambutan dan motivasinya, sambutan diawali terlebih dahulu oleh ketua IKPMA Mesir Irfan Faqihuddin serta sambutan dan cerita singkat dari pengantin baru IKPMA Mesir yang juga sedang melanjutkan studi S2 nya di Al azhar yaitu Ustadz As’ad Humam, Lc Al Hafidz. Kebahagiaan dan keceriaan teman-teman IKPMA Mesir pun bertambah manakala beliau memperkenalkan istri tercintanya kepada Keluarga IKPMA Mesir.

Acara kemudian berlanjut dengan yang ditunggu-tunggu yaitu sambutan sekaligus suntikan motivasi yang disampaikan secara langsung oleh Ustadz H. Nur Anwar Amin, MA. Dalam sambutannya beliau meyampaikan rasa bahagianya karna bisa kembali menjenguk dan bertatap muka dengan anak-anaknya yang sedang berjuang di Mesir terlebih bersama keluarga tercinta. Walaupun sebenarnya kunjungan kali ini tidak disengaja, nyatanya beliau sadari ini adalah nikmat dan karunia Allah Swt. yang selalu menjadi sebuah kejutan. Beliau juga menyampaikan betapa Indonesia (terutama Attaqwa) telah sangat menanti kiprah dari para alumnus Attaqwa yang akan segera bergelar menjadi seorang lulusan Al Azhar, Universitas Islam tertua di Dunia. Adapun motivasi yang beliau sampaikan semalam yaitu seputar seberapa besar peluang berdakwah di Indonesia juga serba-serbi pengalaman beliau sebagai seorang da'i yang menjadi motivasi tersendiri bagi teman-teman IKPMA Mesir untuk semakin terdorong untuk terus meningkatkan kualitas berdakwah dengan karakteristik seorang azhari. Salah satu pesan beliau semalam dan akan selalu diingat teman-teman IKPMA Mesir yakni “Selama kalian menimba ilmu disini (Al azhar), jangan pernah timbulkan rasa puas terhadap ilmu apapun yang sudah kalian punya dan kalian pelajari. Karna dalam kehidupan masyarakat nanti kalian akan merasakan bagaimana nikmatnya menjadi seorang yang berilmu. Kapan pun dan dimana pun kalian berada inshaallah.. keberkahan akan selalu berjalan beriringan dengan kalian”.

Semoga dengan silaturahmi kali ini, semangat dari teman-teman IKPMAMesir bisa kembali terpompa lagi dan semoga kunjungan ini bukan menjadi kunjungan terakhir bagi Guru Nur Anwar Amin beserta keluarga sendiri ataupun dari guru-guru tercinta kami di Pondok Pesantren Attaqwa karna kami akan selalu merindukan dan menanti kunjungan serta arahan motivasi dari beliau-beliau.

Semoga Guru Nur Anwar beserta keluarga senantiasa Allah limpahkan kesehatan, rizki serta keberkahan dunia akhirat. Begitu pula untuk guru-guru kami tercinta di Indonesia yang tak pernah luput kami selipkan diantara do’a-do’a kami agar senantiasa Allah pajangkan umurnya, Allah limpahkan rizkinya dan Allah berkahi ilmunya. Karna tiada lagi yang dapat kami balas selain doi’a yang tiada henti kami haturkan kepada satu-satunya sang Maha Pencipta Allah Swt. [red:mj]






Tuesday, 2 February 2016
Tag :

Popular Post

Total Pageviews

- Copyright © IKPMA Mesir -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -